Minggu, 19 April 2015

Membangun Atmosfer Tuhan

Kuasa dan terobosan dalam kehidupan kristen seharusnya merupakan hal yang lumrah terjadi. Kalau hal ini menjadi asing, maka kekristenan telah menjauh dari keadaan normalnya. Tetapi ketika kita memohon kuasa, maka mengapa tiba - tiba macet ? Mengapa sesuatu yang kita harapkan tidak bekerja ?

Kita tidak sedang membangun sebuah wadah, tetapi atmosfer. 

Wahyu 4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan". Dalam bahasa Inggrisnya disebutkan to receive glory, honor and power. Tiga kata yaitu kemuliaan, hormat dan kuasa ini diteriakkan di sorga. Ketiganya ini adalah milik Tuhan. 

Kita mau kemuliaan-Nya, kuasa-Nya, tetapi kita seringkali gagal hidup dalam prinsip hormat. Setiap kali kita gagal masuk prinsip hormat ini, sebenarnya kita gagal masuk prinsip yang lain. Kemuliaan adalah bahasa teknis dari hadirat Allah.

Ini jelas diulang lagi dalam Ibrani 2 : 6-8. Ini adalah perkataan Daud yang diulang lagi oleh penulis Ibrani.
Ada orang  yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya. "

Anda tidak bisa menerima kuasa Allah, kemuliaan Allah, tanpa menghormati Allah. Ini adalah bagian dari diri Allah. Jemaat yang tidak dibangun kultur hormatnya, jemaat tersebut banjir persoalan, sakit - sakitan, tidak mengalami terobosan. Dimana ada rasa hormat, di situ ada kemuliaan Tuhan.

Apa itu rasa hormat ? Definisi mengatakan menghargai, memberi perhatian, memberi pengakuan, dsb. Sebenarnya lawan dari kata hormat adalah merendahkan. Begitu ada rasa hormat, semua baik - baik saja. Hidup dalam prinsip hormat ini, menarik hati Tuhan.

Ada 5 sasaran hormat yang disebutkan oleh Alkitab.
Pertama, kepada Tuhan. 
Kedua, pria menghormati wanita dan wanita menghormati pria.
Ketiga, orang yang dipimpin menghormati pemimpinnya. 
Keempat, anak - anak menghormati orang tuanya. Dalam Keluaran 20 dikatakan hormati orang tuamu. Kata menghormati ini ternyata menjadi satu dengan kata kemuliaan.
Kelima adalah menghormati perkataanmu sendiri.

Saat anda memiliki kelima sasaran hormat ini, anda dekat dengan kuasa dan kemuliaan Allah.

Hormat kepada Tuhan.
Apa itu menghormati Tuhan ?
1. Memberi tempat dan kedudukan yang benar untuk Allah sebagai Tuan (1 Petr 3:15). 
Allah sebagai Tuan adalah penguasa mutlak atas hidupmu. Menjauhkan diri dari pengaturan Tuhan sama dengan tidak setuju dengan posisinya sebagai Tuan.
2. Menghargai pendapat dan pilihan-Nya sebagai hal yang penting. 
3. Mengakui Dia di dalam segala laku kita (Amsal 3 :6). 

Bilangan 25 : 11. "Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku. "
Kenapa Pinehas memiliki kekuatan untuk membatalkan penghukuman Allah ? Karena ia begitu giat membela kehormatan Allah ditengah bangsa Israel. Allah bahkan memberikan perjanjian keselamatan.

1 Samuel 2 : 30. Anak Imam Eli membatalkan berkat Tuhan. Dari selamat berubah menjadi kutuk. "Sebab  siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah". Berkat Kristus sudah meluncur, tetapi kita sendiri yang membatalkannya.

Maleakhi 2 : 2a. "Jika kamu tidak mendengarkan dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat - berkatmu menjadi kutuk."
Bahasa aslinya adalah menahan berkat. 

Matius 13: 57 - 58. "Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada 
mereka:"Seorang nabi dihormati dimana - mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan 
di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan  mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Sikap tidak menghormati menghambat breakthrough. 
Sikap apa saja yang tidak menghormati Tuhan ?
1. Kekuatiran dan takut. Tuhan sudah ada di masa depanmu. Umumnya apa yang  anda kuatirkan tidak terjadi.
2. Merasa sanggup. 
3. Merancang sesuatu tanpa melibatkan Tuhan. Seharusnya kita katakan "kalau Tuhan mengijinkan".
4. Tidak taat. Ketaatan merupakan bagian penghormatan.
5. Tidak membenci dosa. Kita seringkali membenci akibat dosa, bukan dosa itu sendiri.

Satu hal yang penting untuk mengembangkan atmosfer kemuliaan, yaitu rasa hormat kepada Allah. 

Pdt. Cornelius Wing.
Minggu, 19 April 2015

Minggu, 12 April 2015

Summer of Devine Wisdom

Hal yang terutama agar kita dapat mengalahkan setiap pergumulan, melihat segala solusi dan jawaban, untuk kita agar dapat memiliki suatu pengharapan akan masa depan, kita memerlukan hikmat. 

Salomo dikenal sebagai raja yang penuh dengan hikmat. Salomo berdoa meminta roh hikmat dan pengertian saat memulai karirnya sebagai raja Israel. Apa yang diminta Salomo ini menyenangkan hati Tuhan, sehingga Tuhan memberikan tidak saja hati yang penuh hikmat dan pengertian, tetapi juga kekayaan, kemuliaan sehingga tidak pernah ada orang seperti Salomo di muka bumi (1 Raja - raja 3 : 12-13).

Salomo dengan segala kemuliaan yang Tuhan berikan, membuat banyak orang kagum, termasuk ratu Syeba. Tidak hanya bait Allah yang sangat megah, tetapi juga keputusan - keputusan yang dibuatnya adalah yang terbaik. Demikian juga gereja tidak hanya dilihat dari kemegahan gedung, tetapi juga tiap orang yang ada di dalamnya memiliki spirit of excellence dan extraordinary. Apapun pelayanannya dilakukan dengan kesungguhan hati untuk melakukan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Sayang sekali Salomo berubah setia, dan membelokkan hatinya pada dewa - dewa baal. Dan akhirnya Tuhan sendiri mengoyakkan kerajaan Salomo (1Raja2 11:11). Salomo memulai memimpin kerajaannya dengan hikmat dan pengertiannya, tetapi tidak mengakhirinya dengan  baik. Hari ini kita memerlukan lebih dari sekedar hikmat dan pengertian.

Hikmat yang bagaimana yang kita perlukan ? Kita mau belajar dari Kristus yang memiliki hikmat Ilahi, yang jauh melampaui hikmat manusia. 

Tuhan seperti apa yang kepadanya kita sembah ? Kristus telah bangkit dari antara orang mati dan mengalahkan maut. Keyakinan kita kepada Kristus tidak sia - sia, karena Kristus telah memiliki hikmat yang lebih dari segala hikmat yang ada. Seperti dikatakan dalam 1 Korintus 15:14 "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."

Yesaya 11 : 1 - 2. Jauh sebelum Yesus lahir, Yesaya menubuatkan kedatangan Raja Damai. "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN". 

Kristus, Raja Damai, memiliki 6 hikmat. Roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan. Hal ini terbukti ketika Kristus tetap taat bahkan saat naik ke kayu salib, disalibkan, bahkan turun ke dunia orang mati. Ia tidak pernah menyimpang dari jalan yang sudah ditentukan Bapa, meskipun untuk itu Ia bergumul sangat kuat sampai mengeluarkan keringat darah. Hal ini tidak membuat Yesus mundur, tetapi Ia tetap minum cawan pahit itu. 

Apa yang diperlukan untuk mendapatkan 6 hikmat Kristus ?
1. Kita perlu mengenal Kristus dengan benar. Ef 1 : 17 "dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar".  

Takut akan Tuhan tidak akan pernah ada kalau kita tidak pernah mulai mengenal Dia dengan benar. Takut akan Tuhan tidak sama dengan rasa takut terhadap iblis. Iblis memberi kita roh ketakutan. Saat kita memiliki roh hikmat dan pengertian, kita bisa hebat, tetapi kita perlu mengenal Dia dan hidup takut akan Tuhan. Sehingga kita dapat memulai dan juga mengakhiri setiap pertandingan dengan baik.

2. Tinggal didalam Kristus. Yohanes 15 : 7. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya". Setiap permintaan kita ada satu agenda pasti, bukan untuk kemuliaan kita tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan sangat senang bila kita berbuah banyak. 

Sepasang sarung tangan hebat dapat mengoperasi penderita kanker, mengendarai kapal tempur, membuat orang jadi cantik. Apakah sarung tangan ini ajaib ? Sarung tangan hanya dapat melakukan apa saja saat ia tinggal di dalam tangan. Untuk menjadi hebat, kuncinya hanyalah tinggal di dalam Kristus. Sejak awal penciptaan manusia memiliki satu hal yang berbeda dari makhluk ciptaan lainnya, yaitu roh. Roh itu bersifat tanpa batas. Setiap kita diberikan kemampuan untuk keluar dari batas - batas. Apa yang membatasi kita ? Cara berpikir kita. Tinggal di dalam Tuhan maka kita akan berbuah banyak, tanpa batas. Ini yang membedakan kita dengan orang yang belum percaya. 

Pastikan dengan siapa kita bermitra. Imanuel artinya Allah menyertai kita, Allah yang ada bersama - sama kita, bukan di luar kita. Setiap keterbatasan yang muncul tidak akan lagi sebagai suatu kendala, tetapi keterbatasan merupakan sarana Tuhan melakukan hal yang tidak terbatas. 


3. Mengasihi Allah dan sesama. Orang yang mengenal Allah itu orang yang bisa mengasihi. Allah adalah kasih. 1 Yoh 4 : 7-8. "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah ; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah."
Mengenal Allah ada wujudnya. Tidak mungkin orang yang mengenal Allah tidak melakukan apa - apa.  Tuhan katakan kalau kita tidak mengampuni dan mengasihi saudara kita, kita tidak dapat mengenal Tuhan. 1 Kor 13 : 1-7 memberikan penjelasan yang baik tentang Kasih. Di ayat 3 dikatakan, "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, t  bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." 

Kasih itu lebih dari sekedar memberi. Kasih itu keluar dari hati, melampaui segala sesuatu.  
Kasih lebih utama dari segala sesuatu. Petrus bertanya kepada Yesus berapa kali kita harus mengampuni dan Yesus katakan tujuhpuluh kali tujuh kali (Mat 18 : 21-22). Yesus berkorban di kayu salib yang merupakan pengampunan tanpa batas atas hidup kita. Jangan katakan kita mengasihi Tuhan jikalau kita tidak dapat mengampuni dan mengasihi saudara kita.

Kasih membuat kita puas. Yoh.4:13-14 barang siapa minum air ini, ia akan haus lagi. Dunia tidak akan memuaskan kita. Saat kita meraih harta, kesuksesan, kita akan merasa kosong dan haus lagi. Tetapi barang siapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus lagi, bahkan ia menjadi mata air. Yang dimaksud dengan mata air adalah kasih. Kejarlah kasih. Tujuan Allah membentuk kita untuk kemuliaan Tuhan. Saat kita berjalan bersama Tuhan dan kita berada di dalam Dia, Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya yang lebih besar dari rancangan kita. Sekalipun kita harus melalui lembah - lembah, tetapi Tuhan berjanji akan membawa kita terus naik dan bukan turun.

Tidak ada yang lebih indah selain mengenal dan tinggal di dalam Dia , Allah yang mengasihi kita. Amin.


Pdm. Debora Meliawati

Selasa, 10 Maret 2015

Nusa Pujian



Tampak depan gedung gereja GBI ROCK Nusa Pujian.









Dari lantai paling atas tampak panggung.










Tampak podium.

Minggu, 08 Maret 2015

PROSES, YES. INSTANT, NO

Mengetahui Firman atau kebenaran lebih dulu, baru kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Itulah pentingnya kita harus mempelajari Firman Tuhan.

Saat kita menghadapi masalah, cara kita menghadapi masalah itulah sebenarnya yang menjadi masalah sesungguhnya.

Tuhan tidak pernah memberi masalah kepada kita. Iblis lah yang mencobai kita, dengan seijin Tuhan. Saat masalah datang, respon pertama yang muncul dari hati kita lah yang menentukan jalan keluar apa yang akan kita pilih. Tuhan ingin tahu bagaimana sikap hati kita, bagaimana kita menghadapi masalah. Kalau kita mengetahui kebenaran, maka kebenaran itulah yang akan memberi kemerdekaan. Bukan kebenaran yang memerdekaan, tetapi sejauh mana kita mengerti kebenaran itu.

Gereja dalam bahasa Yunani disebut Eklesia. Banyak orang berkata eklesia berarti kumpulan orang – orang yang dipanggil dari kegelapan menuju terang-Nya yang ajaib. Atau sekumpulan orang yang berbagi kasih. Ada juga yang mengartikan sebagai gedung gereja. Tetapi gereja lebih dari sekedar berkumpul dan sharing (atau malah gossip ?). 
Eklesia merupakan istilah militer, sekumpulan pasukan yang terpilih, diutus ke sebuah tempat untuk merubah atau mentransformasi tempat itu menjadi seperti yang diinginkan pusat. Gereja harus memberi dampak perubahan bagi diri kita dan lingkungan kita untuk menjadi seperti Kristus.  

Ada yang harus kita ketahui untuk masuk ke dalam tanah Perjanjian.
      
       1. Jalan Tuhan bukan jalan yang instan.
        Keluaran 13 : 17-18. Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir. Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.  Bangsa Israel dijajah 430 tahun, mental mereka berubah. Mereka tidak terlatih untuk perang, meskipun mereka keluar dari Mesir dengan semangat berperang. Tapi Tuhan tahu, bahwa mereka tidak sanggup, sehingga Tuhan membawa mereka memutar melalui padang gurun.
    Dalam Ulangan 8 : 2. “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.”  
      Tuhan fokus pada apa yang di dalam diri kita, supaya kita rendah hati dan bergantung kepada Allah. Kuncinya adalah jangan menyerah. Ikuti proses Tuhan, meskipun sakit, Tuhan menyembuhkan pada akar masalah kita.

     2. Dalam setiap kita menghadapi persoalan dan masalah dalam hidup kita, Tuhan mau supaya kita diam.
      Dalam Keluaran 14 : 10 – 14, ketika bangsa Israel menghadapi laut Teberau di depan mata dan pasukan Mesir di belakangnya, mereka ketakutan dan berseru – seru kepada Tuhan.Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN”. Bertahun – tahun mereka dilindungi, disertai Tuhan, walaupun mereka dalam penjajahan. Tak ada satu tulahpun yang menyentuh orang Israel. Ketika masalah datang dari depan dan belakang, mereka  bersungut – sungut, mengomel kepada Tuhan. Oleh karena itu Tuhan berfirman, Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja!!
      Yesaya 30 : 15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus,  Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Saat kita masuk dalam sebuah proses, Alkitab berkata, “Diam, Akulah Tuhan yang akan memberikan jalah keluar.” Hancur hati dulu di hadapan Tuhan, baru bereskan hubungan dengan sesama. Mengandalkan manusia hanya akan membuat kita kecewa. Kita dipersiapkan untuk menjadi pasukan yang mata dan hati hanya tertuju kepada Tuhan.

Passion determine your calling, and your calling determine your destiny. Gairahmu akan menentukan panggilanmu. Dan panggilanmu itu akan menentukan ujung perjalanan hidupmu.

Nusa Dua, 8 Maret 2015
Pdm. Yosua Andik.





Minggu, 01 Maret 2015

KRISTUS ADALAH KEBENARAN

Mencerminkan pribadi Kristus di dalam hidup kita berarti hidup kita menjadi gambaran nyata dari Kristus (To be Christ).  Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5). Hal ini lebih dari sekedar menjadi seperti Kristus, yang berarti Kristus masih di luar hidup kita. Menjadi Kristus adalah ketika kita dan Kristus menjadi satu seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Di dalam Kristuslah kita akan dapat berbuat apa apa tetapi di luar Kristus kita tidak bisa berbuat apa apa.

Ketiadaan pribadi Kristus yang nyata dalam kehidupan kita, itulah sumber permasalahan dalam hidup kita. Kita terus – menerus berputar di masalah yang sama dan tidak pernah selesai, karena pribadi Kristus yang lemah lembut dan rendah hati tidak hadir dalam hidup kita.

Bentuk nyata dari semua ibadah kita adalah Pribadi Kristus yang hidup dalam diri kita. Seperti bayangan muncul dari sebuah wujud, kejarlah wujud terlebih dulu. Mengejar bayangan atau buah Roh terlebih dulu karena sia – sia dan akan berbuahkan kemunafikan. Jadilah wujudnya lebih dulu dengan menjadi pribadi Kristus yang hidup, secara otomatis kita akan berbuah banyak. Kolose 2 : 16 – 17 menyebutkan bahwa segala kegiatan rutinitas agama kita merupakan bayangan saja dari wujud Kristus yang terpancar di dalam hidup kita.

Bagaimana kita dapat memiliki karakter Kristus dalam hidup kita ?

-          Melayani di mana kita berada, baik dalam bisnis, keluarga, dll dengan pribadi Kristus.  Yohanes 12:26  “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.” Kemunafikan terjadi saat kita melayani di gereja tetapi kehidupan kita tidak mencerminkan pribadi Kristus di dalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Kristus yang lemah lembut, rendah hati itu harus hadir dulu dalam diri kita. Memberilah seperti Kristus memberi, ampunilah seperti Kristus mengampuni, berkatalah seperti Kristus berkata, berpikirlah seperti Yesus berpikir dan bertindaklah seperti Yesus bertindak. Inilah yang dimaksud dengan penyembahan di dalam Roh dan kebenaran. Dimana pun kita berada, orang di sekitar kita akan merasakan kehadiran Kristus yang nyata dalam kita.

-          Kebenaran bukan masalah benar atau salah, tetapi tentang seorang pribadi, yaitu Kristus itu sendiri. Saat kita masih kanak – kanak, kita diajar benar atau salah. Tetapi setelah kita dewasa kita tidak lagi berbicara benar salah, tetapi apakah itu berkenan di hadapan Bapa atau tidak.  Sebab Kristus bicara mengenai perkenanan. 1 Korintus 10:23 “ "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun”. Apa yang masuk dalam tubuh kita, misalkan rokok, alkohol, bukan masalah benar atau tidak benar, tetapi apakah hal itu berguna atau tidak.  Jangan lakukan bila itu hanya menjadi batu sandungan dalam meraih keserupaan dengan Kristus, karena tujuan utama kita ialah menjadi pribadi Kristus. Sebab hanya di dalam Dia saja seluruh kepenuhan Allah ada di dalam kita juga di dalam Kristus saja ya buat seluruh janji Firman-Nya.

-          Matikanlah seluruh keakuan kita dan temukan hidup kita di dalam pribadi Kristus di dalam Allah. Sebab hanya didalam Kristuslah kita menerima segala sesuatu yang telah ia janjikan. Kolose 3:3  “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Saat kita tidak mampu mengampuni, ampunilah. Artinya Saat kita tidak bisa minta maaf, kita tetap minta maaf. Saat kita tak mampu mengasihi, kita tetap mengasihi. Lakukan apa yang kedagingan tidak bisa kita lakukan maka itulah Kristus. Karena bukan hanya berkat, sukacita, damai sejahtera saja yang kita akan terima, tetapi seluruh kepenuhan Allah.

-          Menyembah dalam Roh dan kebenaran (Yohanes 4:21-24). Memujilah sebagai Kristus. Memintalah sebagai Kristus. Bertindaklah sebagai Kristus. Dengan tinggal di dalam Kristus, maka tidak ada yang tidak diberikan oleh Bapa pada kita. Bapa hanya memberikan janji Firman-Nya saat melihat Pribadi Kristus itu hidup di dalam kita. Mari ubah cara menyembah kita dengan Hidup menjadi Pribadi Kristus. Setiap tindakan dan pikiran kita menjadi tindakan dan pikiran Kristus sehingga kita mencerminkan Pribadinya. Untuk itulah kita tiap minggu makan tubuh dan darah Kristus maka darah kita menjadi darah Kristus dan daging kita menjadi daging Kristus.

-          Buang karakter duniawi kita. Dalam Lukas 5:37-38 disebutkan bahwa kantong kulit lama tidak dapat diisi dengan anggur baru. Tetapi sering kali kita mengisikan anggur baru pada kantong kulit lama sehingga keduanya akan terbuang sia sia. Kita tidak bisa menyembah Yesus dengan cara perjanjian lama melalui rutinitas agama kita di Bait Allah. Pakailah wujud pribadi Kristus seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Baru.  Kitalah bait Allah itu sendiri; oleh karena itu kehidupan kita harus berubah sehingga setiap orang di dekat kita merasakan buah Roh dalam kita karena wujud Kristus yang di ada di dalam diri kita. Amin !


Minggu, 1 Maret 2015
Pdm. Handoko Pangarso.